Sunday, 14 September 2008

KIAT BELANJA LEBARAN (1)


Kapan waktu yang baik untuk berbelanja Lebaran?
Kalau terburu-buru, tak jarang kita berbelanja asal sabet
karena barang yang dicari sudah habis, keburu diborong orang.
Lebih mahal dianggap tak masalah, yang penting
bisa berlebaran dengan baju baru. Jadilah
berlebaran dengan ongkos tinggi.
Kapan saat berbelanja yang tepat? Hindari
berbelanja pada saat puncak keramaian.
Puncak orang berbelanja pakaian, khususnya
di Ibu Kota, biasanya terjadi pada minggu ke-3
bulan Ramadhan karena THR biasanya sudah
keluar pada minggu ke-2. Sementara pada
minggu ke-4 masyarakat sudah banyak yang
mulai ‘ngantre mudik.

Jadi, seminggu sebelum Lebaran biasanya
pengunjung toko rada longgar, tapi barang yang
diinginkan sudah banyak yang ompong, diborong
pelanggan lain.
Berbelanja pakaian sebaiknya dilakukan
pada awal Ramadhan sampai pertengahan.
Selain harganya sama murahnya, produknya
masih banyak pilihan, dan suasana toko masih
rada longgar. Jadi, kita bisa berbelanja dengan
tenang untuk mencari yang paling disukai dan
paling murah, tidak asal tembak. Saat itu stok
toko biasanya sudah komplet karena mereka
sudah pesan ke penyuplai beberapa bulan
sebelumnya

Berbelanja makanan, kalau sekedar untuk
keperluan di rumah sebetulnya tak terlalu terikat
waktu. Tapi kalau mau membeli dalam jumlah
cukup banyak, misalnya untuk dibagikan kepada
pembantu, tetangga, atau kaum miskin, kita
bakal berlomba dengan pedagang parcel atau
pembeli dari kantoran,atau lembaga sosial yang
suka membeli dalam jumlah banyak. Mereka
biasanya sudah menumpuk barang sejak awal
bulan.
Tak heran kalau di Ramayana, misalnya,
puncak berbelanja terjadi pada minggu ke-3
atau ke-4, sementara Makro puncak berbelanja
terjadi pada minggu ke-1 atau ke-2, melayani
para pedagang dan pemborong. Jadi,
perhitungkanlah sesuai keperluannya.

Harga Obral…, Promosi Betulan?
Selama Ramadhan, hampir semua orang
berbelanja, butuh pakaian, butuh makanan dan
toko pasti ramai. Kalau selalu ramai, kenapa
toko menawarkan harga promosi, toh, dengan
harga biasa pun pasti laku? Apakah ini betul-betul
harga promosi, atau promosi bohongan sih?
Masih selalu ada suara miring yang meragukan
harga promosi ini.
Sebetulnya, toko melakukan promosi harga
itu utamanya untuk berperang memperebutkan
konsumen. Kalau tokonya tak melakukan
promosi harga maka konsumen bakal menyerbu
ke toko tetangganya yang berharga lebih miring.
Demikian sebaliknya. Jadi, promosi itu adalah
sarana berperang di antara para pedagang itu
sendiri. Kita sebagai konsumen, ya, nikmati saja
penawaran harga murahnya.
Selain barang standar, selama Ramadhan
banyak juga dijual produk yang didesain
semacam gift atau barang hadiah, seperti
biskuit, kue-kue, aneka sirop, dan barang
nonfood seperti mukena dan sajadah. Bila kita
telah cocok dengan produk dan harganya,
jangan tunda membelinya.

Barang menarik begitu suka jadi incaran
pemborong. Besok lusa bisa tiba-tiba hilang
diborong kantor ini atau pedagang parcel itu.
Barang-barang kecil, murah, menarik (food
ataupun nonfood) juga sering kena borong
perusahaan tertentu untuk dibagikan kepada
karyawannya. Kalau ada barang impor yang
bagus dan murah, ini juga sasaran untuk
pembelian cepat. Umumnya importir tak
gampang mengimpor lagi barang tambahan.
Jika kehabisan, ya, mesti cari barang pengganti
lainnya.
Tentu saja semua pembelian ini harus sudah
diperhitungkan harganya. Jika masih mahal,
tahan dulu. Toko biasanya akan segera
menurunkan harganya jika barang itu tidak laku.
Apalagi kalau bukan barang rutin, yang kalau
setelah masa Lebaran masih ‘nyisa stoknya, tak
bakal laku dijual. Percayalah, harga bakal turun,
atau kalau tidak, toko bakal ketiban barang dead
stock.

Promosi untuk produk pakaian, relatif sama
strateginya. Toko biasanya sudah memesan
produk promosi dari penyuplainya jauh hari
sebelum Lebaran. Aneka blazer,misalnya,
diorder dalam jumlah banyak, lalu di-display di
tempat strategis (area promosi). Bisa
dipastikan, bila barang ditaruh di area promosi
dengan stok ‘numpuk, harganya biasanya lebih
miring karena ada diskon kuantitas dari
penyuplainya. Jadi, cari dulu barang-barang yang
di-display massal, ‘numpuk.
Kalau sama sekali tak ada yang cocok,
carilah di rak reguler dengan model yang
menarik, tentu dengan harga reguler pula, harga
standar, atau malah rada mahal.
Pada musim lebaran, tak banyak toko yang
cuci gudang barang-barang lamanya. Itu
merugikan sendiri, lagi pula promosi cuci gudang
itu biasanya ada musimnya sendiri.
Mau membeli paket atau bingkisan lebaran?
‘Naksir yang murah atau yang indah, diperlukan
kehati-hatian. Sebaiknya pilihlah paket yang
mencantumkan daftar isinya. Dengan begitu,
kita bisa menghitung dulu, berapa rupiah harga
isi paketnya, dan berapa harga bungkus beserta
ongkos mendesainnya. Kalau cukup logis,
ambillah. Dulu, gaya paket begini dipelopori oleh
Makro.

Hati-hati jangan membeli bingkisan lebaran
yang terlalu indah, tapi tak tahu pasti berapa
banyak isi barang di dalamnya. Apalagi kalau
seperti disamar-samarkan atau ditutup-tutupi
dengan kertas hiasan. Jangan-jangan harga
mahal bingkisan itu kebanyakan untuk biaya
bungkusnya. Perlu diwaspadai pula, ada
bingkisan makanan yang diisi produk kedaluwarsa.
Hati-hati, pilihlah toko yang bisa
dipercaya.

Sumber: buku "SMART SHOPPING" (Undang A. Halim).Bdg

KIAT BELANJA LEBARAN (2)



Menjelang Lebaran banyak penawaran
promosi, harga khusus, hadiah voucher, dan
aneka tawaran lain yang menggiurkan. Jika tidak
waspada, kita bakal kebobolan akibat pembelian
yang tak direncanakan, dengan alasan :
“Mumpung murah…., mumpung bagus….” dan
aneka mumpung lainnya. Maka diperlukan kiatagar kita berbelanja sesuai dengan dana yang
dialokasikan.
o Bawalah buku Pedoman Belanja
berupa catatan daftar belanjaan. Semua
pembelian tidak boleh melanggar bujet yang
tertera. Berdisiplinlah.
o Berbelanjalah pada saat yang tepat.
Upayakan tidak berbelanja menjelang sore,
banyak orang berbelanja sambil ngabuburit,
‘ngantre deh. Berbelanja pagi biasanya paling
nyaman. Malam pun jika tak mengerjakan salat
tarawih lumayan longgar meskipun makin
malam makin padat.
o Jangan berbelanja sendiri, tapi
bawalah teman, kerabat, atau tetangga. Saat
berbelanja pakaian, mereka berguna untuk
dimintai pendapatnya. Atau berguna juga untuk
“nungguin” barang belanjaan saat kita ke
kamar kecil.
o Kalau berbelanja bersama anak
remaja, berikan saja bujet belanjanya, terserah
mereka mana yang cocok. Kalau perlu,
sisihkan dana tak terduga, sekedar jaga-jaga.
o Berbelanja barang elektronik yang
rada mahal perlu diperhatikan benar tawaran
promosinya. Diskon 20% plus 40%, misalnya,
bukan berarti 60%, tapi cuma 52%. Diskon
begini banyak diterapkan pula untuk produk
fashion. Tanyakan juga aturan pereturan
barangnya.
o Periksa juga barangnya, apakah
betul-betul baru atau barang lama yang diclearance.
Atau bisa juga tak ada Kartu garansinya.
o Sebaiknya, lihat juga toko lainnya
untuk membandingkan harga, terutama untuk
barang baru yang tak kita kenal benar. Apakah
betul-betul diskon besar?
o Jangan terlalu tergiur dengan
tawaran: “Harga murah! Ini hari terakhir….”
o Sehabis berbelanja, sebaiknya tak
buru-buru pulang. Cari tempat yang longgar.
Periksalah dulu barang belanjaan kita. Tak
sedikit ibu-ibu yang lemas gara-gara barang
belanjaannya seperti lipstick yang kecil
tercecer, atau kasir keliru menjumlah. Lebih
baik buang waktu sedikit, agar bisa pulang
dengan tenang ke rumah. Berlebaran pun
nyaman.

Sumber: SMART SHOPPING (Undang A. Halim)

Thursday, 31 July 2008

Wednesday, 25 June 2008

TIPS MEMBELI KAMERA DIGITAL

Undang A. Halim
Sumber: buku "Smart Shopping"


Kamera digital biasanya mempunyai memori
internal, misalnya 8 megabyte. Makin besar
memorinya akan makin banyak bisa menyimpan hasil
foto, dan sebaliknya.
Untuk yang memorinya terbatas bisa diperbesar
dengan memori tambahan. Kapasitasnya bervariasi
dari yang 32 Mb hingga 1 gigabytes, bahkan lebih.
Pixel
Gambar digital dibuat oleh titik-titik yang disebut pixel.
Semakin besar resolusi pixel akan menghasilkan
gambar yang lebih baik Sebuah kamera digital
dengan 2 megapixel sudah cukup untuk foto seharihari
dan bisa dicetak sampai dengan ukuran 6R.
Optical zoom
Usahakan kita mendapatkan kamera dengan minimal
2x optical zoom. Umumnya kamera digital
mempunyai pula fasilitas digital zoom, namun hasil
perbesaran dengan digital zoom tidak terlalu bagus.
Layar LCD
Layar LCD di bagian belakang kamera digital
memudahkan Anda “mengintip” objek.. Pilih layar LCD dengan kandungan resolusi yang cukup besar
sehingga warna yang tampil akan lebih natural.
Baterai
Kamera yang dilengkapi baterai lithium,
pemakaiannya tidak terlalu mengkhawatirkan. Bisa
dicharge setiap saat diperlukan. Kamera jenis lain,
menggunakan baterai jenis AA atau baterai Alkaline.
Disarankan lebih baik menggunakan baterai jenis isi
ulang supaya praktis.
Koneksi
Kamera digital Anda bisa dihubungankan dengan
perangkat lainnya, seperti PC, televisi, printer, dll.
Juga bisa mencetak gambar dengan bantuan kabel
USB.
Kamera yang didukung pict bridge membuat Anda
leluasa mencetak gambar langsung dari kamera.
Waktu operasi
Sebaiknya pilih kamera digital yang tidak butuh waktu
jeda terlalu lama antara pengambilan satu gambar
dengan pengambilan gambar berikutnya, agar Anda
tak kehilangan momen penting.
Alat perekam gambar
Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur
tambahan seperti alat perekam gambar bergerak
(video). Namun, hasil rekaman video dari kamera
digital tidak bisa maksimal, terbatas, dan durasi

waktu pengambilannya juga tidak lama seperti
pengambilan dengan handycam.

Monday, 26 May 2008

TIPS MEMBURU FASHION HARGA HEMAT


Undang A. Halim
Sumber: Buku “Smart Shopping”.


Mau yang Trendi apa Gaya Klasik
Apa tujuan Anda membeli pakaian? Mau seperti artis, yang berpakaian trendi terus? Atau bergaya model umum saja yang lagi musim? Atau bergaya cuek bebek asal pakaian? Semuanya ada harganya.

Bergaya super trendi, kita bakal menjadi pusat perhatian orang. Banyak diomongkan orang, dengan syarat kita harus berbusana model pakaian paling baru, gres, setiap saat. Bebannya…, ya, di ongkos. Biayanya tinggi.
Bergaya umum bakal lebih murah. Modelnya masih baru meskipun bukan yang paling gres. Kelompok orang ini masih bisa berbelanja gaun, misalnya, yang baru “lewat mode” satu-dua bulan saja dengan harga diskon. Ya, toko biasanya mulai mendiskon barang baru yang tak terjual dalam satu sampai tiga bulan.

Kelompok orang berpakaian cuek mestinya bisa mendapatkan pakaian dengan harga yang lebih murah atau sangat murah. Banyak barang yang dianggap sudah “lewat mode” oleh toko dijual secara diskon yang lumayan besarnya. Apalagi barang yang sudah masuk kategori barang cuci gudang atau barang slow moving, diskonnya bisa di atas 50%.
Tips Membeli Pakaian.

Sebelum berbelanja, Anda harus mempunyai perencanaan. Periksa dulu lemari pakaian. Pakaian apa yang ada, apa yang kurang? Misalnya, blus merah berleher tinggi belum ada pasangannya, dsb.
Anggarkan belanja Anda. Bila kita pergi ke toko dengan jatah dua ratus ribu rupiah untuk sebuah gaun, kita lebih gampang mencarinya. Pergilah ke kelompok display gaun dua ratus ribuan.

Berbelanjalah lebih awal. Untuk keperluan acara reuni sekolah, misalnya, kita pasti akan lebih lama memikirkan dan mengobrak-abrik jenis pakain yang cocok di toko.
Kenakan pakaian yang cocok waktu berbelanja. Bila mau mencari pakaian untuk acara khusus, sesuaikan dengan pakaian kita saat berbelanja. Misalnya, mencari gaun dengan pasangan pakaian dalam (bra) tertentu maka bawalah jenis bra yang sama supaya ketika dicoba di kamar pas sudah sesuai benar.

Berbelanjalah sendiri. Bila benar-benar ingin minta second opinion, taruhlah barangnya di rak tertentu atau titipkan kepada pramuniaganya, lalu kembali lagi dengan mengajak teman Anda untuk dimintai pendapatnya.
Tutup mata terhadap barang promosi. Jika kita hanya butuh pakaian tertentu, jangan lihat kiri-kanan lagi. Barang promosi akan memancing kita membeli barang yang tak dibutuhkan.

Minta bantuan pramuniaga. Tak ada salahnya minta bantuan pramuniaga untuk mencarikan barang yang dibutuhkan. Beri tahu saja instruksinya atau keinginan kita. Kita bakal banyak menghemat waktu. Hati-hati jangan membeli barang yang tak diperlukan.
Coba, cobalah dulu. Membeli pakaian harus teliti dengan memeriksanya secara cermat. Cobalah dipakai untuk berjalan, duduk, dan jongkok. Apakah ada jahitan yang putus, keliman mengerut, ritsleting macet, atau kancingnya hilang? Semuanya harus berfungsi normal.

Gunakan cermin 3 sisi, kalau tersedia. Lihatlah dari semua sudut, kiri-kanan, atas-bawah.
Waktu berbelanja, bawalah tas gantung untuk memudahkan gerakan kita. Jangan tas jinjing,
Gunakan baju dan sepatu yang praktis untuk memudahkan kita sewaktu mencoba pakaian di kamar pas.